Senin, 28 Oktober 2013

Grafik Fungsi Masalah

Pernah mengalami suatu masalah yang sangat pelik?
Hingga berada di titik nadir.
Titik nadir? Yaapppsss..!
Titik terendah "jiwa" manusia.
Titik  yang menggambarkan ketidakberdayaan dan keterpurukan manusia dalam menghadapi permasalahan hidup.
Titik terjenuh.
Titik terendah karena penuh kepasrahahan.
Titik terlemah karena ketiadaan kekuatan.
Titik dimana kesombongan dilepaskan karena diri yang naif.

Mirip seperti grafik fungsi kuadrat:













Ada kalanya hidup naik turun ........
Titik nadir itu berada di puncak, tetapi saat di puncak justru kita tak kuasa berbuat apa-apa.

Bismillah...
Nasehat untuk orang yang sedang berada dalam krisis kesabaran adalah, "sabar yaa.." ;)
Justru di titik kepasrahan itu kita sedang dekat dengan titik menurun dari "puncak ketegangan"..
Menuju pintu keluar masalah kita..
Meluncur menuju sumbu mendatar "X" dan menjalani kehidupan kita yang "normal" lagi..

Jangan berhenti berharap.
Jangan berputus asa dari rahmat-Nya.
Allah itu baik, menginginkan yang baik-baik ;)

Kota Beriman, 28 Agustus 2015
_kado untuk Naf saat dewasa nanti ;)



Mengapa Rumah Ketiga? #profile

Assalamu'alaikum...

Mengapa Rumah Ketiga?

Yuukkk kenalaannn... :')
Tau rumah itu apa kan? (Ya donk, kok pertanyaannya 'wagu')
Gini lho, maksudnya fungsi...
Sebagaimana rumah adalah tempat berteduh, beristirahat, berkumpul, menikmati kebersamaan dengan anggota keluarga lainnya, mengumpulkan kembali energi yang terpecah kelelahan beraktifitas, tempat naungan pendidikan, belajar pengelolaan emosi, pengenalan karakter, berdiskusi, memecahkan masalah...(wuidiihhh panjang kali lebar sama dengan luas sekali yakkk... aamiin aja deh :D )
Dan di Rumah Ketiga ini, Admin hanya (hanya lho...) mencurahkan uneg-uneg di sisa waktu luang (sok sibuk niyyee...emang iyyaaa! :D ).
Selebihnya (harusss...aamiin) lebih condong hati di Rumah Pertama (banyak banget rumahnya? :D ).
Rumah Pertama yaitu ruang dan waktu antara kita dan Maha Pencipta donk...
Trus Rumah Kedua dimana?
Right...!!
Rumah Kedua bagi saya adalah Rumah Tangga kami.. Sebut saja kami dengan Dymtym (singkatan nama panggilan suami dan panggilan saya hehe..)
Doa'in sakinah, ma waddah  warrohmah yaakkk... aamiin (apabila seorang muslim mendoakan kebaikan untuk saudara muslimnya yang lain, maka malaikat akan mendo'akan hal yang sama untuknya).
Kami baru dikarunia seorang putra yang saat ini menginjak 5 bulan (keluarga muda euyyy..).
Kami menjalani sistem pernikahan (#halllahh kayak rumus matematika saja) secara LDM..Long Distance Marriage.
Suami kerja di luar kota dan 2 bulan sekali pulang cuti. Berapa lama di rumah? Alhamdulillah hanya 2 minggu saja. Meskipun kebersamaan kami hanya sekejap saja (ehmmm...) tapi harus selalu bersyukur yaaa...(Bersyukurlah pada-Ku maka akan Ku tambahkan nikmat-Ku untukmu) aamiin...
Tapi sekali lagi, Rumah Ketiga bukan pelarian dari waktu yang suntuk nggak ada suami lho yaaa..
Alhamdulillah meski jauh-jauhan hati insyaalloh tetep bertautan satu sama lain.. Insya Alloh.. Aamiin..
Sekian aja kali yaa...kepanjangan malah jadi curhat ntar (#upss)
Kita sharing-sharing aja yaa..klo ada uneg-uneg..trus belajar cari solusinya.. :')
Never ending learning lah...
Welcome...welcome...

Salaamun 'alaikum.. *_*


Selasa, 15 Oktober 2013

Tempayan retak

Seorang ibu yang sudah tua memiliki dua buah tempayan yang dipikul di pundaknya dengan menggunakan bambu.
Salah satu dari tempayan itu retak, sedangkan yang satunya tidak bercela dan selalu memuat air hingga penuh.
Setibanya di rumah setelah menempuh perjalanan panjang dari sungai , air di tempayan yang retak tinggal separuh.
Selama dua tahun hal ini berlangsung setiap hari, dimana sang ibu tua membawa pulang air hanya satu setengah tempayan.
Tentunya si tempayan yang utuh sangat bangga akan pencapaiannya.
Namun tempayan yang retak merasa malu akan kekurangannya dan sedih, sebab dia hanya bisa memenuhi setengah dari kewajibannya.

Setelah dua tahun yang dianggapnya sebagai kegagalan, akhirnya dia berbicara kepada ibu tua di dekat sungai.
"Aku malu, sebab air bocor melalui bagian tubuhku yang retak di sepanjang jalan menuju ke rumahmu."
Ibu itu tersenyum dan menjawab, "Tidakkah kau lihat bunga yang beraneka ragam di jalur yang kau lalui, namun tidak ada di jalur yang lainnya? Aku sudah tau kekuranganmu jadi aku menabur benih bunga di jalurmu dan setiap hari dalam perjalanan pulang kau menyirami benih-benih itu, selama dua tahun ini pula aku bisa memetik bunga-bunga yang cantik untuk menghias meja. Kalau kau tidak seperti itu, maka rumah ini tidak bisa seasri seperti ini sebab tidak ada bunga."

Kita semua punya kekurangan..
Namun, kekurangan itulah yang menjadikan hidup kita bersama menjadi menyenangkan dan memuaskan dengan saling melengkapi satu dengan yang lain.
Kita harus bisa menerima setiap orang apa adanya dan mencari yang terbaik dalam diri mereka.

Saudaraku sesama tempayan yang retak, semoga harimu menyenangkan.
Hirup wangi bunga di jalurmu.. :)

Tak ada manusia yang sempurna..